Update BMKG Cuaca Palembang 6 Januari 2026 Berawan Gerimis

Update BMKG cuaca Palembang 6 Januari 2026 menunjukkan kondisi atmosfer yang berubah-ubah sepanjang hari. Masyarakat Kota Pempek perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca dari berawan hingga gerimis.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Palembang masuk dalam daftar kota dengan cuaca tidak stabil hari ini. Kondisi ini terjadi karena Indonesia sedang memasuki puncak musim hujan.

Secara umum, prakiraan menunjukkan pagi hari akan berawan dengan kelembapan tinggi. Sementara itu, siang hingga sore berpotensi turun hujan ringan atau gerimis di beberapa wilayah.

Prakiraan Cuaca Per Periode Waktu

BMKG membagi prakiraan cuaca Palembang menjadi empat periode waktu. Setiap periode memiliki karakteristik berbeda yang perlu dicermati.

Pada dini hari pukul 00.00-06.00 WIB, langit Palembang diselimuti awan tebal. Kelembapan udara mencapai 90-95 persen dengan suhu sekitar 23-24 derajat Celsius.

Memasuki pagi hari pukul 06.00-12.00 WIB, kondisi masih berawan. Kabut tipis mungkin muncul di beberapa wilayah terutama area dekat sungai Musi.

Siang hari pukul 12.00-18.00 WIB menjadi periode kritis dengan potensi gerimis meningkat. Suhu udara mencapai puncak 30-31 derajat sebelum hujan turun.

Malam hari pukul 18.00-00.00 WIB cuaca berangsur membaik. Langit berawan tebal namun intensitas hujan sudah berkurang signifikan.

Suhu dan Kelembapan Udara

Suhu udara Palembang hari ini berkisar antara 23-31 derajat Celsius. Rentang suhu yang lebar ini menunjukkan variasi cuaca sepanjang hari.

Pagi hari terasa cukup sejuk dengan suhu 24-26 derajat. Namun kelembapan tinggi membuat udara terasa gerah meski matahari belum bersinar terik.

Siang hari suhu meningkat hingga 30-31 derajat sebelum hujan datang. Begitu gerimis mengguyur, suhu langsung turun beberapa derajat.

Kelembapan udara sangat tinggi berkisar 85-99 persen sepanjang hari. Kondisi ini khas untuk wilayah tropis saat puncak musim hujan.

Angin bertiup lemah dengan kecepatan 5-10 kilometer per jam. Arah angin dominan dari barat laut menuju tenggara.

14 Daerah Sumsel Berpotensi Hujan

BMKG merilis daftar 14 daerah di Sumatera Selatan yang berpotensi hujan hari ini. Palembang menjadi salah satu kota dalam daftar tersebut.

Selain Palembang, Kabupaten OKU juga masuk wilayah waspada hujan ringan. Masyarakat di kabupaten ini perlu menyiapkan perlengkapan hujan.

Muara Enim, Lahat, dan Musi Rawas turut berpotensi diguyur gerimis. Ketiga kabupaten ini berada di wilayah dataran tinggi Sumsel.

Musi Banyuasin dan Banyuasin di kawasan pesisir juga perlu waspada. Curah hujan di daerah ini bisa lebih tinggi karena pengaruh angin laut.

OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Ilir, Empat Lawang, PALI, dan Musi Rawas Utara melengkapi daftar. Kota Pagar Alam dan Lubuk Linggau juga masuk dalam prakiraan.

Penyebab Cuaca Tidak Stabil

Stasiun Meteorologi SMB II Palembang menjelaskan beberapa faktor penyebab cuaca tidak stabil. Pemahaman ini membantu masyarakat mengantisipasi perubahan.

Pertama, Sumatera Selatan sedang berada dalam puncak musim hujan Januari 2026. Periode ini memang identik dengan curah hujan tinggi.

Kedua, fenomena La Nina lemah masih aktif mempengaruhi Indonesia. La Nina menyebabkan peningkatan kelembapan dan potensi hujan di atas normal.

Ketiga, Monsun Asia atau angin muson dari utara membawa massa udara lembap. Pergerakan udara ini memicu pembentukan awan hujan.

Keempat, dinamika atmosfer lokal seperti pergerakan gelombang Kelvin dan Rossby turut berperan. Fenomena ini meningkatkan aktivitas awan di wilayah ekuator.

Bibit Siklon Tropis 91S

BMKG memantau perkembangan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia. Sistem cuaca ini memberikan pengaruh tidak langsung terhadap Sumatera Selatan.

Bibit siklon berlokasi di barat daya Lampung dengan kecepatan angin 40 knot. Setara dengan 75 kilometer per jam, kekuatan ini cukup signifikan.

Sistem ini bergerak menjauh ke arah tenggara menjauhi daratan Indonesia. Namun pengaruhnya masih terasa dalam pembentukan zona konvergensi.

BMKG memprediksi bibit siklon memiliki peluang sedang-tinggi berkembang menjadi siklon tropis. Perkembangan diperkirakan dalam 48-72 jam ke depan.

Meski menjauhi Indonesia, masyarakat pesisir perlu waspada potensi gelombang tinggi. Nelayan dan pelaku transportasi laut harus memantau info terkini.

Prediksi Curah Hujan Januari 2026

Stasiun Klimatologi Sumsel merilis prediksi curah hujan untuk Januari 2026. Data ini memberikan gambaran kondisi sepanjang bulan.

Sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprediksi mendapat curah hujan kategori menengah. Kisarannya antara 100-300 milimeter sepanjang bulan.

Beberapa wilayah seperti Banyuasin dan Musi Rawas Utara berpotensi lebih tinggi. Curah hujan bisa mencapai kategori tinggi di atas 300 milimeter.

Palembang sendiri masuk kategori menengah dengan intensitas bervariasi. Hujan lebat singkat masih mungkin terjadi sewaktu-waktu.

Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026. Masyarakat perlu bersiap menghadapi kondisi ini dalam jangka waktu lebih lama.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang memberikan beberapa imbauan penting. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.

Pertama, selalu siapkan payung atau jas hujan saat bepergian. Perubahan cuaca yang cepat membuat hujan bisa datang tanpa peringatan.

Kedua, waspada terhadap hujan disertai kilat atau petir. Hindari berlindung di bawah pohon atau area terbuka saat badai listrik.

Ketiga, waspadai potensi angin kencang berdurasi singkat. Angin puting beliung bisa muncul tiba-tiba saat hujan lebat.

Keempat, pantau informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG. Aplikasi InfoBMKG menyediakan update real-time.

Potensi Banjir dan Genangan

Hujan yang turun meski dengan intensitas ringan tetap berpotensi menyebabkan genangan. BMKG mengingatkan beberapa wilayah rentan.

Kawasan Ilir Timur kerap mengalami genangan saat hujan. Sistem drainase yang kurang optimal menjadi penyebab utama.

Wilayah Sukarami dan sekitar Sungai Musi juga perlu diwaspadai. Luapan air sungai bisa terjadi jika hujan berlangsung lama.

Area pemukiman padat penduduk seperti Seberang Ulu rawan banjir. Sampah yang menyumbat saluran memperparah kondisi.

Masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan. Saluran drainase yang bersih membantu air cepat surut.

Tips Berkendara Saat Cuaca Tidak Stabil

Pengendara perlu ekstra hati-hati menghadapi cuaca tidak menentu. Beberapa tips berikut bisa membantu perjalanan tetap aman.

Periksa kondisi kendaraan sebelum berangkat terutama rem dan ban. Pastikan keduanya berfungsi optimal untuk menghindari tergelincir.

Nyalakan lampu utama saat hujan meski di siang hari. Langkah ini meningkatkan visibilitas bagi pengendara lain.

Kurangi kecepatan dan jaga jarak dengan kendaraan di depan. Jalanan basah membutuhkan jarak pengereman lebih panjang.

Hindari melintas genangan air yang tidak diketahui kedalamannya. Genangan bisa menyembunyikan lubang atau kerusakan jalan.

Jika hujan sangat lebat, menepi dan tunggu hingga reda. Memaksakan berkendara saat visibilitas buruk sangat berbahaya.

Dampak terhadap Aktivitas Warga

Cuaca tidak stabil memberikan dampak pada berbagai aktivitas warga Palembang. Beberapa sektor merasakan pengaruh langsung.

Pedagang pasar tradisional harus lebih cermat menyimpan dagangan. Kelembapan tinggi mempercepat pembusukan sayur dan buah.

Petani di pinggiran kota menghadapi tantangan saat panen. Hujan berlebihan bisa merusak hasil pertanian yang siap panen.

Pelaku usaha wisata outdoor mengalami penurunan pengunjung. Tempat wisata terbuka kurang diminati saat cuaca tidak menentu.

Sektor konstruksi juga terdampak karena pekerjaan tertunda. Kondisi lapangan yang basah tidak memungkinkan aktivitas pembangunan.

Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

Perubahan cuaca ekstrem berdampak pada kesehatan masyarakat. Beberapa langkah pencegahan perlu dilakukan.

Konsumsi makanan bergizi dan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Sistem imun yang kuat mencegah flu dan batuk.

Pastikan pakaian dan tempat tinggal dalam kondisi kering. Kelembapan memicu pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab penyakit.

Hindari bermain hujan terutama bagi anak-anak. Paparan air hujan dan perubahan suhu bisa menyebabkan demam.

Sediakan obat-obatan darurat di rumah. Akses ke apotek bisa terganggu saat hujan lebat mengguyur.

Prakiraan Beberapa Hari ke Depan

BMKG memprediksi cuaca tidak stabil akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat perlu bersiap menghadapi kondisi serupa.

Periode 6-7 Januari 2026 masih berpotensi hujan ringan hingga sedang. Pola berawan pagi dan hujan siang kemungkinan terulang.

Suhu udara diperkirakan stabil di kisaran 23-31 derajat Celsius. Kelembapan tetap tinggi di atas 80 persen.

BMKG akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca. Masyarakat diimbau mengakses sumber resmi untuk data terkini dan akurat.

Kesiapsiagaan menjadi kunci menghadapi musim hujan yang masih panjang. Persiapan matang membantu aktivitas tetap berjalan lancar.

Akses Informasi Cuaca Resmi

Masyarakat dapat mengakses informasi cuaca melalui berbagai kanal resmi BMKG. Beberapa pilihan tersedia untuk kemudahan akses.

Website BMKG di www.bmkg.go.id menyediakan prakiraan cuaca lengkap. Informasi diperbarui secara berkala sepanjang hari.

Aplikasi InfoBMKG tersedia untuk perangkat Android dan iOS. Fitur notifikasi membantu mendapat peringatan dini cuaca ekstrem.

Media sosial @infoBMKG aktif memberikan update terkini. Informasi singkat dan cepat tersebar melalui platform ini.

Stasiun Klimatologi Sumsel juga menyediakan informasi lokal. Website staklim-sumsel.bmkg.go.id fokus pada wilayah Sumatera Selatan.

Kesimpulan

Cuaca Palembang pada Selasa, 6 Januari 2026 diprediksi tidak stabil sepanjang hari. Pagi berawan tebal dengan potensi gerimis meningkat di siang hari.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim hujan. Persiapan perlengkapan hujan dan pemantauan info cuaca sangat penting.

Kondisi ini terjadi karena berbagai faktor atmosfer termasuk La Nina dan Monsun Asia. Bibit Siklon Tropis 91S turut memberikan pengaruh meski tidak langsung.

Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan tinggi, aktivitas sehari-hari tetap bisa berjalan lancar. Utamakan keselamatan dalam setiap perjalanan di tengah cuaca yang tidak menentu.

Perbedaan Jenis Hujan

Masyarakat perlu memahami perbedaan jenis hujan yang diumumkan BMKG. Pengetahuan ini membantu mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

Hujan ringan memiliki intensitas kurang dari 5 milimeter per jam. Gerimis atau rintik-rintik masuk dalam kategori ini dan dampaknya minimal.

Hujan sedang berkisar 5-10 milimeter per jam. Intensitas ini sudah cukup membuat basah dan berpotensi menimbulkan genangan kecil.

Hujan lebat mencapai 10-20 milimeter per jam. Kondisi ini bisa menyebabkan banjir lokal dan mengganggu aktivitas luar ruangan.

Hujan sangat lebat di atas 20 milimeter per jam sangat berbahaya. Potensi banjir bandang dan longsor meningkat drastis.

Hujan petir menandakan cuaca disertai kilat dan guntur. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra karena risiko sambaran listrik.

Karakteristik Musim Hujan di Palembang

Palembang memiliki karakteristik musim hujan yang khas. Letak geografisnya mempengaruhi pola cuaca sepanjang tahun.

Musim hujan di Palembang berlangsung dari Oktober hingga Maret. Puncaknya terjadi pada Desember hingga Februari dengan curah hujan tertinggi.

Hujan biasanya turun pada siang hingga sore hari. Pola ini terbentuk karena pemanasan di pagi hari memicu pembentukan awan konvektif.

Durasi hujan bervariasi dari singkat hingga berjam-jam. Hujan lebat singkat sering terjadi dengan intensitas tinggi dalam waktu pendek.

Suhu udara relatif stabil sepanjang tahun berkisar 23-33 derajat. Perbedaan suhu siang dan malam lebih terasa saat musim hujan.

Kelembapan udara sangat tinggi mencapai 80-99 persen. Kondisi ini membuat udara terasa pengap meski suhu tidak terlalu panas.

Pengaruh Topografi Palembang

Topografi Palembang turut mempengaruhi distribusi hujan di berbagai wilayah. Beberapa area lebih rentan dibanding lainnya.

Wilayah dataran rendah dekat Sungai Musi kerap mengalami genangan. Elevasi rendah membuat air sulit mengalir dengan cepat.

Kawasan Ilir Timur dan Ilir Barat memiliki karakteristik berbeda. Perbedaan sistem drainase mempengaruhi kerentanan banjir.

Area Seberang Ulu yang padat penduduk sering terdampak genangan. Minimnya ruang terbuka hijau memperparah kondisi.

Wilayah pinggiran dengan tutupan vegetasi lebih baik menyerap air. Pohon dan tanaman membantu mengurangi limpasan permukaan.

Peran Sungai Musi

Sungai Musi sebagai sungai utama Palembang berperan penting dalam sistem hidrologi. Kondisi sungai mempengaruhi potensi banjir kota.

Saat musim hujan, debit Sungai Musi meningkat signifikan. Air dari hulu membawa volume besar yang harus ditampung.

Pasang surut air laut turut mempengaruhi ketinggian air sungai. Kombinasi hujan lebat dan pasang tinggi meningkatkan risiko banjir.

Pendangkalan sungai akibat sedimentasi mengurangi kapasitas tampung. Normalisasi sungai menjadi salah satu upaya mitigasi banjir.

Masyarakat bantaran sungai perlu ekstra waspada saat musim hujan. Potensi luapan bisa terjadi kapan saja terutama saat hujan lebat.

Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kota Palembang melakukan berbagai persiapan menghadapi musim hujan. Koordinasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan.

Dinas Pekerjaan Umum memastikan saluran drainase berfungsi optimal. Pembersihan rutin dari sampah dan sedimen dilakukan secara berkala.

BPBD Kota Palembang menyiapkan personel dan peralatan evakuasi. Posko siaga didirikan di beberapa titik rawan bencana.

Dinas Kesehatan mengantisipasi lonjakan penyakit musiman. Flu, demam berdarah, dan diare sering meningkat saat musim hujan.

Dinas Sosial menyiapkan bantuan logistik untuk korban bencana. Sembako dan perlengkapan darurat disiapkan di gudang.

Partisipasi Masyarakat

Peran serta masyarakat sangat penting dalam menghadapi musim hujan. Beberapa langkah sederhana bisa membantu mengurangi dampak.

Tidak membuang sampah sembarangan terutama ke saluran air. Sampah menyumbat drainase dan menyebabkan genangan berkepanjangan.

Membersihkan selokan di depan rumah secara rutin. Saluran yang lancar membantu air cepat mengalir ke sungai.

Menanam pohon atau tanaman di pekarangan rumah. Vegetasi membantu menyerap air hujan dan mengurangi limpasan.

Melaporkan kerusakan infrastruktur drainase kepada pihak berwenang. Respons cepat mencegah masalah membesar.

Harapan Warga Palembang

Warga Palembang berharap cuaca segera kembali bersahabat. Kondisi tidak stabil mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Para pedagang menantikan cuaca cerah untuk meningkatkan omzet. Hujan membuat pembeli enggan keluar rumah berbelanja.

Petani berharap hujan turun sesuai kebutuhan tanaman. Terlalu sedikit atau berlebihan sama-sama merugikan hasil pertanian.

Pelaku wisata mengharapkan musim hujan segera berakhir. Kunjungan wisatawan meningkat saat cuaca mendukung aktivitas outdoor.

Apapun kondisi cuaca, masyarakat tetap harus produktif dan waspada. Adaptasi terhadap perubahan cuaca menjadi keterampilan penting di era perubahan iklim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *